Bagi Fayakhun, susah bagi orang yang
berurusan dengan orang yang labil dalam hal ketahanan nafsu. Biasanya,
orang-orang yang tidak bisa mengendalikan nafsunya adalah mereka yang tidak
ajeg secara emosi dan rasio. Kalau orang yang sudah matang emosi dan rasio, dia
tidak akan dikendalikan nafsu.
![]() |
| fayakhun |
Orang-orang
seperti ini bagi Fayakhun, adalah
orang yang mempunyai spiritualitas yang kuat. Akan selalu memahami peranannya
sebagai hamba Allah yang berkewajiban mematuhi semua ketentuan yang dibuat-Nya.
Bagi Fayakhun, dia menganggap jangan
menyalahkan nafsunya. Bagi Fayakhun, nafsu
menjadi salah satu karakter yang melekat dalam diri manusia. Diusir
gimana-gimana juga, si nafsu nggak bakal menyingkir. Justru yang nggak punya
nafsu itu malaikat namanya.
Bagi Fayakhun, benalu itu sebenarnya ada
pada kesadaran diri oran itu sendiri. Kalau kesadaran diri orang sudah tidak
jelas titik tumpunya, gimana bisa membedakan mana yang salah mana yang benar?
Menurut Fayakhun, ia tidak punya
kesadaran sebagai manusia beragama, manusia berbudaya dan menusia beradab.
Pesan dari Fayakhun, jangan sampailah dari mata
yang mengandung fungsi malaikat, malah berubah jadi petaka buatmu. Mulailah
percintaanmu dari pandangan yang baik. Jalanilah percintaanmu dengan cara yang
baik pula. Kalau sudah niat dan caranya baik, insyaAllah akan sampai pada
tujuan yang baik.
Bagi Fayakhun, seperti halya manusia, setan
makin kebelakang hari, kayaknya makin cerdik. Mungkin setan juga dituntut menyesuaikan
diri dengan kemajuan zaman. Kalau dulu setan menggoda adam dan hawa, hanya
melalui rayuan manualya untuk makan buah khuldi, kini setan menggoda manusia
dengan berbagai macam cara yang canggih dan modern.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar