Kamis, 08 Juni 2017

Belajar dari Fayakhun Cerdas Menaklukkan Rasa Cinta

Bagi Fayakhun, cinta yang mualanya adalah rahmat, gara-gara ketidakmengertian si pelaku, bagaimana cara menanganinya, malah jadi bencana. Jangan salah, harre genne yang nggak ngerti mengelola cinta, banyak banget!

Belajar dari Fayakhun Cerdas Menaklukkan Rasa Cinta


Fayakhun mengutip dari tulisanna Zizi Hefni dari buku “Pacaran After Marrid”, umumnya yang gagal menangani rasa cintanya sendiri adalah mereka yang tidak menyelaraskan hatinya dengan akal pikirannya. Bukan Cuma itu, mereka pasti juga tidak memahami ajaran agama mereka sendiri. Sebab, di agama mana pun khususnya islam, cinta itu punya prosedur dan prosesi yang sakral dan bermartabat. Secara, cinta adalah rasa agung, nggak mungkin dong aplikasinya pakai cara asal-asalan dan serampangan, alias tidak melibatkan akal dan norma agama?

Fayakhun, walaupun ia jatuh cinta tapi juga dengan menggunakan pikiran yang jernih. Ia tidak mau cinta buta. Ia tidak semena-mena terjebak dengan perasaan cinta. Walaupun dia mencintai seseorang wanita, tapi dia tidak terjebak dengan balada cinta. Semua aktivitas kesehariannya dijalani dengan baik.

Ada pilihan cara yang masing-masing punya konsekuensi, kata Fayakhun. Allah menumbuhkan bibit percintaan dalam hati setiap manusia tanpa terkecuali. Yang miskin, yang kaya, yang bego, yang pinter, yang ganteng, yang cebol, yang cacat, yang sakit semua, menurut Fayakhun rata. Bibit itu tumbuh secara alami dan menemukan nasibnya sendiri.

Bukan berarti yang kaya jatuh cinta sama yang jelek. Bisa jadi yang kaya klepek-klepek sama yang miskin. Yang cantik berletuk lutut sama yang jelek. Menurut Fayakhun, kalau ada yang ngomong, cinta bermula dari pandangan mata, itu ada benarnya juga. Secara, liat laki-laki ganteng, nggak usah munafik, kalau hati kecilmu mengangumi keistimewaan itu. jangan salah, menurut Fayakhun, banyak penelitian, mata itu memiliki kekuatan magis untuk menarik hasrat seseorang. Bahkan hanya dengan mengerlingkan mata, seseorang yang sedang dalam keadaan stabil, bisa tiba-tiba kehilangan konsentrasi.


Fayakhun bakamla mengutip M. Quraisy Syihab dalam buku pengantin Al-Qur’an, menuliskan kalau mata adalah indra yang paling dominan peranannya dalam memilih kekasih serta melestarikan kasih. Bila mata sudah tertarik pada satu objek, maka objek itu akan dinilai cantik dan indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar