Kamis, 15 Juni 2017

Fayakhun Andriadi: Dua Wajah Teknologi


Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, adalah anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Ir. Haditirto Djoyodirdjo dan Etty Artiadi. Fayakhun berasal dari keluarga pekerja keras. Di usia 23 tahun, ia mengabdikan diri sebagai dosen jurusan Elektro, Fakultas Teknik Universitas Semarang. Politisi muda yang sekarang menjadi anggota DPR RI ini semenjak kecil telah terbiasa berprestasi dan mengikuti berkembangan zaman. Selain sibuk di dunia politik, Fayakhun masih menyempatkan diri berbagi pemikiran melalui tulisan-tulisannya. Beberapa tulisannya membahas mengenai “teknologi” yang menjadi salah satu bidang keahliannya.

Dalam salah satu bukunya yang berjudul “Demokrasi di Tangan Netizen”, Fayakhun Andriadi menyebutkan bahwa beberapa pemikir menggambarkan teknologi sama seperti Janus. Janus adalah sosok dewa dalam mitologi Yunani yang digambarkan memiliki wajah ganda: satu wajah mengghadap ke depan, yang lainnya menghadap ke belakang. Seperti penggambaran sosok Dewa Janus, teknologi juga diyakini selalu memiliki dua wajah: positif dan negatif, baik dan buruk, untung dan rugi, hitam dan putih.

Teknologi bukan sekedar perkara baik dan buruk, diterima atau ditolak. Teknologi membawa ambiguitas dalam dirinya. Karlina Supelli berpendapat bahwa tidak ada arah tunggal dalam kemajuan teknologi (2013). Sebagai contoh misalnya, penemuan teknologi mobil membawa manusia menjadi lebih efektif dan efisien dalam bergerak. Hal ini menjadi sisi positif dalam perubahan yang dibawanya, atau bisa disebut sebagai “wajah depan” dari kemajuan teknologi. Meskipun demikian, secara bersamaan, penemuan teknologi mobil tadi juga berdampak terhadap kerusakan lingkungan, utamanya menciptakan polusi udara. Inilah sisi negatif dari kemajuan teknologi atau bisa disebut sebagai “wajah belakang” dalam yang disimbolkan oleh Dewa Janus dalam mitologi Yunani tadi. 

fayakhun andriadi Penemuan teknologi nuklir juga memiliki efek serupa. Teknologi nuklir yang digunakan di dunia medis bisa menyelamatkan hidup jutaan manusia yang sebelumnya dianggap tidak bisa tertolong. Meskipun demikian, pada sisi lain “wajah belakang” dari ditemukannya tenaga nuklir bisa juga digunakan sebagai senjata pembunuh massal, pembunuh jutaan orang yang tidak berdosa.

Manusia tidak dapat mengambil sisi positif teknologi, lalu membuang sisi buruknya begitu saja. Keduanya sudah menajdi satu paket secara utuh. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah mencari penawar bagi sisi negatif, buruk, rugi, dan hitam dari teknologi atau yang tadi kita istilah dengan kata “wajah belakang” teknologi fayakhun andriadi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar