Fayakhun Andriadi, Ketua DPD Partai Golkar DKI
Jakarta, adalah anak keempat dari 5 bersaudara pasangan Ir. Haditirto
Djoyodirdjo dan Etty Artiadi. Fayakhun berasal dari keluarga pekerja keras. Di
usia 23 tahun, ia mengabdikan diri sebagai dosen jurusan Elektro, Fakultas
Teknik Universitas Semarang. Politisi muda yang sekarang menjadi anggota DPR RI
ini semenjak kecil telah terbiasa berprestasi dan mengikuti berkembangan zaman.
Selain sibuk di dunia politik, Fayakhun masih menyempatkan diri berbagi
pemikiran melalui tulisan-tulisannya. Beberapa tulisannya membahas mengenai
“teknologi” yang menjadi salah satu bidang keahliannya.
Dalam salah satu bukunya yang berjudul
“Demokrasi di Tangan Netizen”, Fayakhun Andriadi menyebutkan bahwa beberapa
pemikir menggambarkan teknologi sama seperti Janus. Janus adalah sosok dewa
dalam mitologi Yunani yang digambarkan memiliki wajah ganda: satu wajah
mengghadap ke depan, yang lainnya menghadap ke belakang. Seperti penggambaran
sosok Dewa Janus, teknologi juga diyakini selalu memiliki dua wajah: positif
dan negatif, baik dan buruk, untung dan rugi, hitam dan putih.
Teknologi bukan sekedar perkara baik dan
buruk, diterima atau ditolak. Teknologi membawa ambiguitas dalam dirinya.
Karlina Supelli berpendapat bahwa tidak ada arah tunggal dalam kemajuan
teknologi (2013). Sebagai contoh misalnya, penemuan teknologi mobil membawa
manusia menjadi lebih efektif dan efisien dalam bergerak. Hal ini menjadi sisi
positif dalam perubahan yang dibawanya, atau bisa disebut sebagai “wajah depan”
dari kemajuan teknologi. Meskipun demikian, secara bersamaan, penemuan
teknologi mobil tadi juga berdampak terhadap kerusakan lingkungan, utamanya
menciptakan polusi udara. Inilah sisi negatif dari kemajuan teknologi atau bisa
disebut sebagai “wajah belakang” dalam yang disimbolkan oleh Dewa Janus dalam
mitologi Yunani tadi.
fayakhun andriadi Penemuan teknologi nuklir juga memiliki efek serupa.
Teknologi nuklir yang digunakan di dunia medis bisa menyelamatkan hidup jutaan
manusia yang sebelumnya dianggap tidak bisa tertolong. Meskipun demikian, pada
sisi lain “wajah belakang” dari ditemukannya tenaga nuklir bisa juga digunakan
sebagai senjata pembunuh massal, pembunuh jutaan orang yang tidak berdosa.
Manusia tidak dapat mengambil sisi positif
teknologi, lalu membuang sisi buruknya begitu saja. Keduanya sudah menajdi satu
paket secara utuh. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah mencari penawar bagi
sisi negatif, buruk, rugi, dan hitam dari teknologi atau yang tadi kita istilah
dengan kata “wajah belakang” teknologi fayakhun andriadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar